10/08/11

PLTN ???

Kembali lagi saya berbicara mengenai nuklir..
mudahan bisa bermanfaat.. AMINNN.................................

( PLTN Fukushima, Jepang )

( Foto Reaktor nuklir Chernobyl beberapa hari setelah meledak )

2 kejadian diatas bukan menjadi halangan buat Pemerintah untuk menggugurkan niat mereka untuk membangun PLTN di Indonesia. Proyek pembangunan PLTN Muria terus di kebut.

Mengenal PLTN
Sebenarnya seperti apakah PLTN?? Apakah PLTN memang semengerikan itu?? Pada prinsipnya, system kerja pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) hampir sama dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang berbahan bakar batubara. Panas yang dihasilkan dari reaksi nuklir digunakan untuk menguapkan air pendingin pada reaktor. Tekanan tinggi dari uap air akan menggerakkan turbin. Turbin selanjutnnya menggerakkan generator. Dari generator inilah akan dihasilkan listrik. .Terlihat pula bahwa bahan bakar yang digunakan adalah uranium dan plutonium sedangkan pembangkit listrik konvensional menggunakan minyak bumi, gas dan batubara sebagai bahan bakar.
Polemik yang mendera bangsa Indonesia di bidang energi terasa semakin pelik. Berbagai kebijakan energi yang diterapkan pemerintah tidak mampu meyakinkan rakyat. Sementara itu, tuntutan pemenuhan kebutuhan energi semakin mendesak. Setelah melalui berbagai kajian mendalam, pemerintah memutuskan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Pembangkit ini direncanakan akan dibangun di daerah pegunungan Muria. Sebuah daerah berbukit di sebelah utara kota Jepara. Pegunungan Muria dianggap paling memenuhi syarat sebagai tempat berdiri dan beroperasinya PLTN. Selain karena aman dari gempa, daerah Muria juga sangat dekat dengan sumber air (Laut Jawa) yang dibutuhkan untuk mendinginkan reaktor nuklir setelah “lelah” bekerja. Dengan dibangunnya PLTN, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil yang selama ini diandalkan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Yang menjadi pertanyaan, sudahkah kita mampu membangun PLTN dan menanggung segala resiko yang mungkin terjadi?? Sudah bukan rahasia umum jika PLTN sampai saat ini masih dipertanyakan sistem keamanannya. Tragedi Chernobyl, dan Three Mile Island, di Amerika Serikat dan PLTN fukushima cukup dijadikan bukti bagi masyarakat untuk menolak PLTN. Bahkan, bom atom yang meluluhlantakkan kekuatan Jepang di Perang Dunia kedua pun belum lekang dari memori. Tak ayal, penolakanpun terjadi dimana-mana. Terlebih lagi bagi warga Kudus dan Jepara yang merasa telah dijadikan “kelinci percobaan” bagi proyek pemerintah ini. Mereka dengan lantang menyuarakan suara hati melalui demo yang digelar di berbagai tempat dan (entah mengapa) mengatasnamakan diri pembela lingkungan.

plugins/content/imagesresizecache/8e1c4213f988e8f13684d79eb25a8dbc.jpeg

Sumber energi alternatif
Beberapa ahli mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya masih memiliki alasan untuk tidak terburu-buru dalam membangun PLTN. Salah satunya adalah dengan mengupayakan pengembangan teknologi energi terbarukan. Apalagi, Indonesia memiliki sumber daya terbarukan yang lebih dari cukup untuk dikembangkan. Fakta di lapanganpun menegaskan demikian. Garis pantai terpanjang kedua di dunia memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki potensi di bidang energi angin. Kenyataan bahwa negara kita dilalui garis katulistiwa membuat prospek energi matahari sangat cerah untuk dikembangkan. Belum lagi sumber daya bahari disertai sumber air mengalir yang melimpah memperlihatkan bahwa energi biodiesel dan mikrohidro bukanlah sebuah mimpi. Jika masih kurang, deretan gunung api mengindikasikan Indonesia memiliki sumber panas bumi yang besar bahkan merupakan yang terbesar di dunia. Hanya saja, bukan perkara mudah mengubah sumber daya sebesar itu menjadi energi yang bisa dimanfaatkan. Panas Bumi misalnya. Regulasi dan nilai investasi yang terlalu tinggi membuat investor tak tertarik untuk bermain lebih jauh di bidang enrgi alternatif ini. Bahkan untuk pengembangan solar cell atau energi mataahari, kita harus siap-siap untuk tak pernah mendapatkan modal kita kembali. Untuk membangun suatu windfarm (ladang kincir angin), ternyata bukan hanya dibutuhkan kecepatan angin yang memadai. Ketersediaan bahan baku dan kelengkapan infrastruktur juga diperlukan. Sampai saat ini, baru Mikrohidro dan Panas Bumi yang secara nyata dikembangkan bukan sekedar bentuk penelitian. Perusahaan energi Chevron dan PT Geodipa Energi mengambil langkah berani dengan terjun pada penambangan panas bumi kita lihat sampai berapa lama mereka bertahan, karena sama sekali tidak menguntungkan secara finansial , Sementara itu Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sudah dikembangkan di beberapa daerah. Salah satunya adalah di Papua Barat dimana PLTMH dijadikan andalan dalam memasok listrik.

kenapa mesti nuklir
Sulitnya mengembangkan energi terbarukan masih ditambah dengan sulitnya energi terbarukan memenuhi kebutuhan listrik dalam jumlah langsung secara instan. Hal ini memaksa kita kembali berpaling pada PLTN. Berbeda dengan sumber energi lain, dengan sedikit bahan bakar, energi yang dihasilkan PLTN sangat besar. 1 kg bahan bakar nuklir dapat menghasilkan energi yang setara dengan 12.000 barel minyak bumi apaladi batubara?? bisa berton-ton bisa digunakan??. Selain itu, harga bahan bakar nuklir (uranium dan plutonium) juga sangat murah. Dari segi tenaga ahli, pendirian program studi Teknik Nuklir di Fakultas Teknik Unversitas Gadjah Mada pada tahun 1978 menjadi sebuah jaminan. Hanya saja, banyak masyarakat bertanya, bisakah semua itu menjadi garansi keamanan PLTN?? Pengalaman kita sampai saat ini baru sebatas riset. Apakah dengan berbekal pengalaman itu cukup untuk menghandle sebuah PLTN yang menyimpan bahaya begitu besar?? Terjadinya kebocoran radioaktif pada instalasi PLTN di Kashiwazaki di Jepang setelah terkena gempa semakin menambah kekhawatiran masyarakat. Lantas bagaimanakah pemerintah mencoba meyakinkan masyarakat bahwa Muria aman dari gempa sementara ingatan kita masih segar dengan gempa Jogja?? PLTN memang bisa memberi kita keuntungan besar. Namun dibalik semua itu kemampuan kita meminimalkan bahaya yang munkin terjadi masih banyak diragukan. Lalu, sudahkah kita mampu??

sumber http://www.kamase.org Selengkapnya...

Energi Nuklir, pengertian dan Manfaatnya

This is my first Post in my new blog... ehehehee...
dlm postingan ini saya ingin sedikit membicarakan tentang NUKLIR..
sebagian dari kita tahu bahwa nuklir adalah senjata pemusnah massal, tetapi anggapan itu sedikit demi sedikit mulai luntur, karna nuklir juga memiliki banyak manfaat dari berbagai segi bidang kehidupan manusia, diantaranya sebagai energi alternatif. Untuk itu tidak salahnya kita mengetahui sedikt banyak tentang nuklir, itung - itung nambah wawasan.

Masalah energi merupakan salah satu isu penting yang sedang hangat dibicarakan. Semakin berkurangnya sumber energi, penemuan sumber energi baru, pengembangan energi-energi alternatif, dan dampak penggunaan energi minyak bumi terhadap lingkungan hidup menjadi tema-tema yang menarik dan banyak didiskusikan. Pemanasan global yang diyakini sedang terjadi dan akan memasuki tahap yang mengkhawatirkan disebut-sebut juga merupakan dampak penggunaan energi minyak bumi yang merupakan sumber energi utama saat ini.

Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber energi yang layak diperhitungkan.
Isu energi nuklir yang berkembang saat ini memang berkisar tentang penggunaan energi nuklir dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya reaktor nuklir di Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan menakutkan tentang nuklir dan pengembangannya. Padahal, pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi.

Fisi Nuklir
Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Di sini akan dibahas salah satu mekanisme produksi energi nuklir, yaitu reaksi fisi nuklir.
Sebuah inti berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme semacam ini disebut pembelahan inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi adalah uranium yang ditumbuk (atau menyerap) neutron lambat.
fisi01Reaksi fisi uranium seperti di atas menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang lebih ringan. Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium untuk membentuk reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang sangat cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, terjadi pelepasan energi yang besar dalam waktu singkat. Mekanisme ini yang terjadi di dalam bom nuklir yang menghasilkan ledakan yang dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai tak terkendali yang memiliki potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat dibuat dalam bentuk bom nuklir.
reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)
reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)
Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan melalui reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu, reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini bisa dilakukan di dalam sebuah reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung di dalam reaktor yang terjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk penelitian dan untuk membangkitkan listrik.
reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)
reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)
Di dalam reaksi fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi sehingga hanya satu neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya. Dengan mekanisme ini, diperoleh reaksi berantai terkendali yang energi yang dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna.


Reaktor Nuklir
Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus berlangsung secara terkendali di dalam sebuah reaktor nuklir. Sebuah reaktor nuklir paling tidak memiliki empat komponen dasar, yaitu elemen bahan bakar, moderator neutron, batang kendali, dan perisai beton.
skema reaktor nuklir (sumber: http://personales.alc.upv.es
skema reaktor nuklir (sumber: http://personales.alc.upv.es)
Elemen bahan bakar menyediakan sumber inti atom yang akan mengalami fusi nuklir. Bahan yang biasa digunakan sebagai bahan bakar adalah uranium U. elemen bahan bakar dapat berbentuk batang yang ditempatkan di dalam teras reaktor.
Neutron-neutron yang dihasilkan dalam fisi uranium berada dalam kelajuan yang cukup tinggi. Adapun, neutron yang memungkinkan terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat sehingga diperlukan material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi ini dijalankan oleh moderator neutron yang umumnya berupa air. Jadi, di dalam teras reaktor terdapat air sebagai moderator yang berfungsi memperlambat kelajuan neutron karena neutron akan kehilangan sebagian energinya saat bertumbukan dengan molekul-molekul air.
Fungsi pengendalian jumlah neutron yang dapat menghasilkan fisi nuklir dalam reaksi berantai dilakukan oleh batang-batang kendali. Agar reaksi berantai yang terjadi terkendali dimana hanya satu neutron saja yang diserap untuk memicu fisi nuklir berikutnya, digunakan bahan yang dapat menyerap neutron-neutron di dalam teras reaktor. Bahan seperti boron atau kadmium sering digunakan sebagai batang kendali karena efektif dalam menyerap neutron.
Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara otomatis dapat keluar-masuk teras reaktor. Jika jumlah neutron di dalam teras reaktor melebihi jumlah yang diizinkan (kondisi kritis), maka batang kendali dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk menyerap sebagian neutron agar tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan dikeluarkan dari teras reaktor jika jumlah neutron di bawah kondisi kritis (kekurangan neutron), untuk mengembalikan kondisi ke kondisi kritis yang diizinkan.
Radiasi yang dihasilkan dalam proses pembelahan inti atom atau fisi nuklir dapat membahayakan lingkungan di sekitar reaktor. Diperlukan sebuah pelindung di sekeliling reaktor nuklir agar radiasi dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar ke lingkungan di sekitar reaktor. Fungsi ini dilakukan oleh perisai beton yang dibuat mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui sangat efektif menyerap sinar hasil radiasi zat radioaktif sehingga digunakan sebagai bahan perisai.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali di dalam reaktor nuklir dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Instalasi pembangkitan energi listrik semacam ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
reactor-engr-wisc-edu1
skema pembangkit listrik tenaga nuklir (sumber: http://reactor.engr.wisc.edu)
Salah satu bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (pressurized water reactor/PWR) yang skemanya ditunjukkan dalam gambar. Energi yang dihasilkan di dalam reaktor nuklir berupa kalor atau panas yang dihasilkan oleh batang-batang bahan bakar. Kalor atau panas dialirkan keluar dari teras reaktor bersama air menuju alat penukar panas (heat exchanger). Di sini uap panas dipisahkan dari air dan dialirkan menuju turbin untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik, sedangkan air didinginkan dan dipompa kembali menuju reaktor. Uap air dingin yang mengalir keluar setelah melewati turbin dipompa kembali ke dalam reaktor.
Untuk menjaga agar air di dalam reaktor (yang berada pada suhu 300oC) tidak mendidih (air mendidih pada suhu 100oC dan tekanan 1 atm), air dijaga dalam tekanan tinggi sebesar 160 atm. Tidak heran jika reaktor ini dinamakan reaktor air bertekanan.

Tetapi secara pribadi saya juga belum menginginkan pemakaian energi nuklir sebagai sumber energi di Indonesia, karna bahaya yang diakibatkan masih sangat besar, dan tidak ada salahnya kita berkosentrasi menfaatkan energi lain yang lebih aman, diantaranya adalah panas bumi / geothermal.

Sumber : http://netsains.com/2009/04/energi-nuklir-pengertian-dan-pemanfaatannya/ 

Selengkapnya...